root = "." tmp_dir = "tmp" [build] # command yang dijalankan Air untuk build ulang binary setiap ada perubahan cmd = "go build -o ./tmp/main ./cmd/api" bin = "./tmp/main" # kalau mau hot-reload untuk command lain (misal cmd/seed), ganti cmd & bin di atas sementara, # atau bikin config terpisah misal .air.seed.toml # extension file yang dipantau perubahannya include_ext = ["go", "html", "tmpl", "env"] # folder yang di-skip supaya Air tidak ikut mantau file hasil build / dependency exclude_dir = ["tmp", "vendor", ".git", "internal/database/migrations"] # skip file test supaya build ulang tidak ke-trigger cuma karena edit *_test.go exclude_regex = ["_test\\.go"] # delay sebelum rebuild, supaya kalau nyimpen banyak file sekaligus nggak rebuild berkali-kali delay = 1000 # jangan exit kalau ada error, cukup tampilkan errornya dan tunggu perubahan berikutnya stop_on_error = false send_interrupt = true kill_delay = "2s" [log] time = true [color] main = "cyan" watcher = "yellow" build = "green" runner = "magenta" [misc] clean_on_exit = true